You need to enable javaScript to run this app.

MEMBANGUN SDM HINDU UNGGUL: TRANSFORMASI KARAKTER BERLANDASKAN DHARMA DI ERA DIGITAL

  • Senin, 09 Februari 2026
  • Media Berita
  • 0 komentar

MEMBANGUN SDM HINDU UNGGUL: TRANSFORMASI KARAKTER BERLANDASKAN DHARMA DI ERA DIGITAL

 

DARSANA TV, PALU (07 Februari 2026) – Masa depan umat Hindu kini berada pada titik krusial yang sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Diperlukan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual yang kokoh. Menanggapi tantangan globalisasi yang kian kompleks, penguatan karakter berbasis nilai-nilai Dharma kini menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi Hindu yang kompeten dan berintegritas tinggi.

 

Hadir sebagai narasumber dalam dialog di TVRI Sulteng, Dosen STAH, Ni Wayan Puri Selviani, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pendidikan karakter berlandaskan Dharma bukanlah sekadar transfer teori agama di dalam kelas. Menurutnya, esensi pendidikan ini adalah implementasi nyata dari konsep Tri Kaya Parisudha, yakni integritas dalam berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Melalui sinkronisasi antara pendidikan formal dan nilai spiritual, SDM Hindu diharapkan menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan jati dirinya.

Investasi terbaik bagi masa depan umat adalah memastikan setiap individu memiliki komitmen moral yang kuat sebagai kompas kehidupan, ujar Ni Wayan Puri Selviani dalam diskusi tersebut. Ia menekankan bahwa kualitas SDM unggul harus terefleksi dalam etos kerja yang dijiwai semangat Yadnya atau pengabdian tulus. Dalam dunia profesional, nilai ini bertransformasi menjadi profesionalisme murni, di mana setiap pekerjaan dipandang sebagai bentuk ibadah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, tantangan zaman menuntut lembaga pendidikan Hindu untuk mulai mengintegrasikan literasi digital dengan kearifan lokal. Generasi masa depan wajib fasih menavigasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi, namun tetap dibekali empati serta etika yang bersumber dari ajaran Tat Twam Asi. Dengan pemahaman filosofis Aku adalah Engkau, SDM Hindu diproyeksikan tumbuh menjadi pemimpin yang inklusif, toleran, dan mampu berkolaborasi secara global tanpa mencabut akar keyakinannya.

Menatap persaingan global, keberhasilan SDM Hindu ke depan akan diukur dari kemampuan mereka memberikan solusi atas isu-isu krusial, seperti krisis lingkungan dan degradasi moral. Dalam hal ini, konsep Tri Hita Karana menawarkan kerangka kerja yang sempurna untuk menciptakan inovasi yang ramah lingkungan dan harmonis secara sosial. Inilah keunggulan kompetitif yang harus dikembangkan agar pemuda Hindu mampu bersaing dan bersinar di panggung internasional.

Namun, transformasi ini memerlukan sinergi kolektif yang kuat. Peran keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat krusial dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang suportif. Pendidikan karakter tidak dapat berjalan secara parsial; ia membutuhkan keteladanan nyata dari orang tua dan tokoh masyarakat. Dengan lingkungan yang kondusif, potensi kreatif generasi muda akan mekar secara alami, menghasilkan SDM yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mulia dalam perilaku sehari-hari.

Sebagai penutup, upaya membangun SDM Hindu yang unggul adalah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan serta konsistensi lintas generasi. Masa depan yang cerah hanya dapat diraih jika benih-benih Dharma mulai ditanamkan sedini mungkin dalam sanubari generasi muda. Dengan karakter yang tangguh dan kecerdasan yang terasah, umat Hindu diyakini mampu berdiri tegak sebagai pilar kemajuan bangsa, membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi semua makhluk (Jagadhita).

Laporan: Tim Redaksi Darsana TV (KT & GEP).

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Pimpinan
Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si

- Ketua Perguruan Tinggi -

OM Swastyastu, Selamat datang di official website STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah sebagai Perguruan...

Berlangganan
Banner
Trending