BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) DORONG INOVASI PANGAN: MAHASISWA STAH DHARMA SENTANA DIBEKALI TEKNOLOGI PENGEMASAN MODERN
- Kamis, 23 April 2026
- Media Berita
- 0 komentar

DARSANA NEWS, PALU, 22 April 2026 – Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah menjadi pusat perhatian pada Rabu malam, (22/4/2026). Sebanyak 100 Peserta terdiri dari mahasiswa berbagai elemen organisasi kemahasiswaan berkumpul dalam Workshop Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mengusung tema besar mengenai Teknologi Pengemasan Makanan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi untuk nilai tambah ekonomi.
Suasana kampus tampak dinamis sejak pukul 19.00 WITA dengan kehadiran perwakilan mahasiswa yang sangat beragam. Tercatat, delegasi terdiri dari 2 orang perwakilan DPM, 25 orang dari BEM, serta puluhan mahasiswa dari HMJ Pendidikan dan Pariwisata. Tak ketinggalan, keberagaman minat bakat terpancar dari kehadiran masing-masing satu delegasi dari 21 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mulai dari UKM Tabuh, Yoga, hingga UKM lintas agama, yang menunjukkan bahwa inovasi teknologi pangan adalah ilmu multidisiplin yang penting bagi semua bidang.
Acara dibuka secara resmi dengan penuh khidmat oleh Anggota DPR_RI Komisi X Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, S.P., M.P. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi pengemasan bukan sekadar urusan bungkus-membungkus, melainkan strategi krusial dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing produk lokal Sulawesi Tengah di pasar nasional maupun global. Kehadiran tokoh inspiratif ini memberikan suntikan semangat bagi para mahasiswa untuk melihat peluang wirausaha berbasis riset di masa depan.
Ketua STAH Dharma Sentana, Dr. Agus Budi Wirawan, ST.,M.Si dalam sambutannya menyatakan rasa bangga atas kolaborasi strategis dengan BRIN. Beliau menilai workshop ini sebagai langkah nyata transformasi kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi tepat guna. Partisipasi aktif dosen dan pengelola kampus dalam mendampingi mahasiswa menunjukkan komitmen institusi terhadap penguatan ekosistem inovasi di lingkungan akademik.
Puncak acara diisi dengan paparan materi mendalam dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Asep Nurhikmat, STP., M.P, yang merupakan Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN. Sebagai pakar di bidangnya, Dr. Asep membedah berbagai teknik pengemasan terkini yang mampu memperpanjang masa simpan produk tanpa mengurangi kualitas nutrisi. Para mahasiswa tampak antusias menyimak penjelasan teknis mengenai material kemasan ramah lingkungan dan teknologi vakum yang menjadi standar industri saat ini.
Diskusi berlangsung hangat saat sesi tanya jawab, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang UKM mencoba mengaitkan teknologi pengemasan dengan bidang mereka masing-masing. Mahasiswa dari UKM Kewirausahaan, misalnya, menggali lebih dalam tentang efisiensi biaya produksi, sementara UKM Desain Grafis menyoroti aspek estetika kemasan yang tetap fungsional. Interaksi lintas disiplin ini menciptakan atmosfer intelektual yang segar dan unik, jauh dari kesan workshop formal yang kaku.

Antusiasme peserta memuncak saat sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa dari berbagai UKM mencoba mengaitkan teknologi pengemasan dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Mahasiswa dari UKM Kewirausahaan menggali lebih dalam tentang efisiensi biaya produksi, sementara UKM Desain Grafis menyoroti aspek estetika kemasan agar tetap menarik namun fungsional. Workshop ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa STAH Dharma Sentana untuk mulai melakukan riset mandiri dan memegang tongkat estafet inovasi demi membawa perubahan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Menjelang akhir acara, para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara lembaga riset seperti BRIN dengan perguruan tinggi adalah kunci akselerasi kemajuan daerah. Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi pemantik bagi mahasiswa STAH Dharma Sentana untuk mulai melakukan riset mandiri maupun pengembangan UMKM berbasis teknologi pangan. Dengan bekal ilmu yang didapat, 100 mahasiswa ini kini memegang tongkat estafet inovasi untuk membawa perubahan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Berita Terkait
Program Studi Pendidikan Agama Hindu STAH Dharma Sentana Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Suli Indah
Selasa, 30 Juni 2026
Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan oleh BAN-PT
Senin, 22 Juni 2026
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa Menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Puncak Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Senin, 22 Juni 2026
Sukses Gelar 13 Lomba dan Festival Kuliner, Puncak Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Ditutup Seminar Nasional
Senin, 22 Juni 2026
Mantapkan Mutu Akademik, STAH Dharma Sentana Gelar Ujian Komprehensif Berbasis Kombinasi
Senin, 25 Mei 2026
Sambut Dies Natalis ke-18, STAH Dharma Sentana Gelar Laga Persahabatan Voli antara Yayasan dan Pengelola Kampus
Senin, 25 Mei 2026
Perkuat Nilai Sraddha, STAH Dharma Sentana Gelar Seminar Nasional Bersama Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Senin, 25 Mei 2026
Perluas Akses Pendidikan, STAH Dharma Sentana Gelar Sosialisasi PMB di Pura Agung Purnasada Tolai
Senin, 25 Mei 2026