You need to enable javaScript to run this app.

VIDYA JNANA YOGA SHAKTIH: "PENGETAHUAN DAN KESADARAN DHARMA SEBAGAI KEKUATAN DI ERA DIGITAL”

  • Selasa, 23 Desember 2025
  • Media Berita
  • 0 komentar

PALU, Darsana TV

Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) ke-XII Tahun 2025 Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah berlangsung khidmat pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 08.00 WITA, bertempat di Hotel Grand Sya, Palu. Wisuda tahun ini mengusung tema “Vidya Jnana Naga Shaktih: Pengetahuan dan Kesadaran Dharma sebagai Kekuatan di Era Digital.”

Sebanyak 33 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan, berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Hindu (PAH), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), serta Pariwisata Budaya dan Keagamaan (PBK).

Rangkaian Prosesi Wisuda

Prosesi Wisuda XII diawali dengan pra-acara dan barisan pedel memasuki aula wisuda, dilanjutkan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Rangkaian acara berlangsung tertib dan sakral dengan urutan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Tari Kebesaran STAH Dharma Sentana, Pembacaan Sloka, serta Pembukaan Rapat Senat dan Laporan Tahunan.

Acara dilanjutkan dengan Hymne STAH Dharma Sentana, Pembacaan Surat Keputusan Wisudawan/Wisudawati, Pelantikan dan Penyerahan Ijazah, Penyerahan Alumni kepada Ketua Ikatan Alumni, serta Janji Wisudawan. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik, dilanjutkan sesi kesan dan pesan, serta menyanyikan lagu “Padamu Negeri” dan “Padamu Sarjana.”

Sambutan-sambutan disampaikan secara berurutan oleh Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Yayasan STAH Dharma Sentana, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, serta Gubernur Sulawesi Tengah. Acara ditutup dengan pembacaan doa, penutupan rapat senat, pedel meninggalkan aula wisuda, foto bersama, dan ramah tamah makan siang.

Nuansa Seni dan Spiritualitas

Tarian pembuka Wisuda XII adalah Tari Waraning Laksmi yang dibawakan oleh tujuh penari, menambah nuansa sakral dan estetika budaya Hindu. Prosesi mengheningkan cipta dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Dr. I Ketut Suparta, S.T., M.Si, dilanjutkan pembacaan sloka dan doa yang dipimpin oleh Jero Mangku Gede Merthawan, S.Sos., M.Si.

Wisudawan Terbaik dan Lulusan Berprestasi

Dalam wisuda kali ini, STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah memberikan apresiasi khusus kepada lulusan berprestasi, antara lain:

  1. Wisudawati lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 5 bulan 6 hari:
    Ni Gusti Ayu Kadek Ari Noviani, S.Pd, Program Studi PAH, IPK 3,84, Predikat Pujian.

  2. Wisudawan/Wisudawati dengan Predikat Pujian:

    • Sesilia Tri Utami, S.Pd, Prodi PGSD, IPK 3,93

    • A.A. Ayu Made Sri Intan Lestari, S.Pd, Prodi PAH, IPK 3,82

    • Rahman Tangngi Rerung, S.Par, Prodi PBK, IPK 3,90

  3. Wisudawati dengan Predikat Magna Cumlaude:
    Ketut Swuandari, S.Pd, Prodi PGSD, IPK 3,97.

Sambutan dan Pesan Kebangsaan

Dalam sambutannya, Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah menegaskan komitmen kampus untuk menjaga jati diri sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kebudayaan Nusantara. Ia menekankan bahwa kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter insan cendekia yang satwika, kritis, kreatif, serta berlandaskan nilai-nilai dharma.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan kutipan Rg Veda 1.22.20:
“Tac chaksur devahitam… satyam ca dharma ca” — cahaya pengetahuan harus berjalan seiring dengan kebenaran dan dharma, terutama di era digital yang penuh tantangan.

Sementara itu, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Martinus Bonggili, S.PaK., M.Th, menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya capaian akademik, melainkan tonggak sejarah spiritual dan intelektual, serta titik transisi pengabdian bagi bangsa dan kemanusiaan.

Dari pihak Yayasan STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, I Wayan Sudiana, S.Ag., M.Si, menegaskan bahwa pendirian STAH berangkat dari kepedulian terhadap peningkatan kualitas guru agama Hindu. Ia menyebut capaian IPK tinggi para lulusan sebagai bukti kualitas akademik yang berlandaskan ajaran Hindu.

Arahan Dirjen Bimas Hindu dan Pemerintah Daerah

Sambutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Hindu Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd, menekankan pentingnya Delapan Standar Nasional Pendidikan sebagai pedoman akademik, sekaligus mendorong kemandirian umat melalui penguatan tata kelola pendidikan Hindu yang profesional dan berkelanjutan.

Sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulteng, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa tema wisuda sangat relevan dengan tantangan era digital. Kesadaran dharma harus menjadi kompas moral, terutama dalam penggunaan teknologi, penyaringan informasi, etika bermedia sosial, dan penyebaran nilai-nilai kedamaian.

Acara wisuda ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh lulusan mampu mengamalkan ilmu pengetahuan berlandaskan dharma, serta menjadi insan yang berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

(KT & GEP)

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Pimpinan
Dr. I Ketut Suparta, S.T., M.Si

- Ketua Perguruan Tinggi -

OM Swastyastu, Selamat datang di official website STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah sebagai Perguruan...

Berlangganan
Banner