You need to enable javaScript to run this app.

MEMBANGUN PILAR PERADABAN HINDU: STAH DHARMA SENTANA MERAJUT MASA DEPAN DENGAN ARAHAN DIRJEN BIMAS HINDU

  • Rabu, 28 Mei 2025
  • Media Berita
  • 0 komentar

DARSANA TV – Palu, 5 Agustus 2025

Suasana penuh inspirasi menyelimuti Aula Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah, saat seluruh sivitas akademika berkumpul untuk menyambut kunjungan Direktur Pendidikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Hindu Kementerian Agama RI, Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting yang membawa semangat baru dan arahan strategis dalam mendorong STAH Dharma Sentana menuju pencapaian akademik yang lebih tinggi.

Dalam pengarahannya, Dr. Trimo menyampaikan bahwa dosen adalah jantung dan jiwa dari sebuah institusi pendidikan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, melainkan juga sebagai pembentuk karakter, pengembang kompetensi, dan inspirator generasi penerus. “Kualitas sebuah perguruan tinggi,” tegasnya, “merupakan cerminan langsung dari kualitas para dosennya.” Hal ini menjadi seruan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, meninggalkan pendekatan konvensional, dan melahirkan lulusan yang cerdas, berkarakter kuat, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Lebih lanjut, Dr. Trimo menekankan tiga pilar utama yang wajib diemban oleh setiap dosen, yaitu: pengajaran yang inovatif, penelitian yang relevan, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Beliau mendorong para pendidik untuk memanfaatkan pendekatan modern seperti blended learning, case study, dan natural approaches, serta optimalisasi teknologi pembelajaran melalui LMS dan multimedia untuk menjawab kebutuhan generasi digital.

Secara khusus, ia menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Hindu ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk Program Studi Ekonomi Hindu, misalnya, penelitian harus mampu menggabungkan teori ekonomi dengan prinsip etika Hindu seperti dharma dan artha. “Lulusan kita harus memiliki pemahaman holistik tentang bagaimana membangun perekonomian yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya dengan tegas.

Isu integritas dan mentalitas juga menjadi sorotan utama. Dr. Trimo mengingatkan bahwa kunci keberhasilan akademik, termasuk penyelesaian disertasi, terletak pada mentalitas. Ketahanan mental, kejujuran, dan komitmen menjadi fondasi utama, sekaligus penangkal terhadap praktik-praktik destruktif seperti manipulasi data atau keberadaan “mahasiswa fiktif” yang hanya mengejar kuantitas semu. Ia menegaskan bahwa kualitas sejati dibangun di atas kejujuran dan etika yang tak tergoyahkan.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua STAH Dharma Sentana, Dr. I Ketut Suparta, ST., M.Si., menyampaikan apresiasi dan memaparkan kondisi kampus saat ini. Ia menyoroti dinamika penerimaan mahasiswa baru, di mana Program Studi Ekonomi Hindu dan PGSD menjadi primadona dengan jumlah mahasiswa terbanyak, disusul oleh PAH, Pariwisata, dan PGPAUD yang kini menerima alih kelola dari Universitas Tadulako. Ia juga mengungkapkan rencana asesmen untuk Prodi Ekonomi Hindu sebagai program studi baru, serta komitmen dalam peningkatan SDM melalui pemberian beasiswa S3 kepada para dosen. Saat ini, dua dosen sedang menempuh studi S3, dua lainnya baru memulai, dan lima dosen telah menyelesaikan pendidikan doktoral.

Ketua Yayasan, I Nyoman Kormek, SE., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM dan mendorong para dosen untuk aktif dalam kegiatan PKM (Pengabdian kepada Masyarakat) serta publikasi artikel di jurnal terindeks SINTA. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan kolaboratif, demi kesejahteraan dosen dan optimalisasi fasilitas kampus.

Sementara itu, Pembina Yayasan memberikan pandangan yang tajam bahwa jumlah doktor bukanlah tolok ukur utama. Yang lebih penting adalah peningkatan kualitas secara berkelanjutan agar tidak menjadi beban moral institusi. Profesionalisme dosen harus ditingkatkan, termasuk dalam semangat ngayah (pengabdian tulus tanpa pamrih), dan menjaga marwah lembaga. Penilaian kinerja dosen akan didasarkan pada keaktifan, mengingat pengelolaan STAH turut bergantung pada kontribusi anak usaha yayasan, Widya Laya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bidang Hindu Sulawesi Tengah juga turut memberikan arahan. Ia menyampaikan harapan besar agar STAH Dharma Sentana dapat menjadi perguruan tinggi negeri di Sulawesi. Fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas dijadikan prioritas strategis. Ia juga menanggapi dinamika internal lembaga sebagai potensi untuk tumbuh lebih kuat, menekankan pentingnya komunikasi yang baik, keterbukaan, dan kolaborasi demi kemajuan bersama.

Arahan Dr. Trimo pun dikristalisasi dalam konsep HARBENI KAMPUS, sebuah akronim dari Harmoni, Berintegritas, dan Berinovasi. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik, profesionalisme dosen, serta menjamin mutu pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Hindu.

Penguatan kompetensi akademik dosen menjadi prioritas utama. Dosen diwajibkan melaksanakan Tri Dharma sesuai Beban Kerja Dosen (BKD), mengikuti pelatihan dan workshop secara rutin—termasuk melalui media daring—dan meningkatkan kualifikasi melalui studi lanjut serta sertifikasi dosen (Serdos), dengan penekanan pada kelengkapan data dan kualitas komunikasi.

Dr. Trimo juga menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap ajaran Hindu sebagai fondasi ketakwaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dosen didorong untuk aktif menjadi pembicara dalam seminar kampus, menulis buku, serta memiliki data akademik yang valid sebagai bukti kontribusi keilmuan.

Dalam aspek pedagogi, inovasi terus ditekankan. Penggunaan metode blended learning, case study, dan natural approaches, serta pemanfaatan teknologi modern menjadi keharusan. Keterampilan komunikasi, penulisan buku ajar, dan diskusi ilmiah antarsejawat juga dipacu untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan inspiratif. Dosen didorong untuk menjadi produsen gagasan, bukan hanya konsumen.

Penelitian dan publikasi ilmiah mendapat perhatian khusus sebagai indikator kontribusi akademik dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, etika profesi ditegakkan secara ketat. Pencegahan plagiarisme, sikap saling menghormati, dan penguatan nilai-nilai empati menjadi bagian integral dari budaya kampus.

Terakhir, pembinaan ini juga mendorong kolaborasi dan penguatan jejaring melalui kerja sama antardosen, antarinstansi, pertukaran dosen, keterlibatan dalam organisasi Hindu, serta publikasi media massa untuk memperluas jangkauan STAH Dharma Sentana ke masyarakat luas. Semua program ini akan terus dievaluasi dan ditindaklanjuti secara berkala sebagai bagian dari komitmen membangun kampus yang unggul dan berkarakter.

 

Bekerja_Bersatu_JayaBersama

Direktur_Pendidikan_KemenagRI

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Pimpinan
Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si

- Ketua Perguruan Tinggi -

OM Swastyastu, Selamat datang di official website STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah sebagai Perguruan...

Berlangganan
Banner
Trending