You need to enable javaScript to run this app.

SEMINAR NASIONAL BERTAJUK “±1/2 Abad Transmigrasi Bali di Sulawesi Tengah” dalam Rangka Hari Raya Nyepi tahun 2025

  • Senin, 28 April 2025
  • Media Berita
  • 0 komentar

Darsana TV, 17 April 2025 — Program kerja Kepala Laboratorium STAH Dharma Sentana tahun ini adalah menyelenggarakan Seminar Nasional Dharma Shanti, bekerja sama dengan Panitia Pelaksana Seminar Nasional Dharma Shanti. Seminar yang mengusung tema "±1/2 Abad Transmigrasi Bali di Sulawesi Tengah dalam Rangka Hari Raya Nyepi" ini baru-baru ini menjadi ruang dialektika yang kaya akan perspektif. Tulisan-tulisan yang dipresentasikan tidak hanya merayakan eksistensi setengah abad perjalanan transmigrasi masyarakat Bali di Sulawesi Tengah, tetapi juga secara mendalam mengaitkannya dengan spirit Hari Raya Nyepi. 

Mengawali seminar, Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum, mengupas tuntas materi berjudul "Sejarah, Dinamika, dan Masa Depan Transmigrasi Bali di Parimo, Tolai, Sausu, dan Balinggi." Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kehadiran para transmigran selalu membawa etos kerja yang kuat, sekaligus menstimulasi transformasi pola pikir dari stagnasi menuju kemajuan. Perspektif ini menegaskan bahwa jejak transmigrasi masyarakat Bali di Sulawesi Tengah bukan sekadar perpindahan demografis, melainkan juga berperan sebagai katalisator perubahan yang dinamis.

Menyambung diskusi, Prof. Dr. Wayan Sudarsana, S.Si., M.Si., mengarahkan fokus pada topik "Tata Kelola Menuju Perguruan Tinggi yang Unggul." Beliau menegaskan bahwa transformasi merupakan keniscayaan bagi STAH Dharma Sentana, sebuah entitas yang seyogianya terus bergerak maju. Untuk bertransformasi menjadi STAHN, pengesahan akta dari Kemenkumham menjadi langkah krusial. Lebih lanjut, Prof. Sudarsana menjelaskan bahwa status institut mensyaratkan penyelenggaraan minimal dua fakultas yang melahirkan profesi. Beliau juga memberikan pandangan strategis bahwa program studi dengan masa studi tiga tahun sebaiknya diarahkan langsung menuju universitas, bukan lagi melalui jalur institusi.

Sesi berikutnya menghadirkan Dewi Nur Qamariah dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membawakan materi berjudul "Pasar Modal Indonesia dan Pemanfaatannya dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat." Dalam paparannya, beliau membuka wawasan peserta tentang konsep menabung dan berinvestasi di pasar modal sebagai cara cerdas untuk memiliki aset. Menariknya, kepemilikan di pasar modal tidak berarti memiliki bahan baku perusahaan, melainkan melalui instrumen seperti saham. Dewi Nur Qamariah menjelaskan bahwa pembelian 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham, dengan potensi keuntungan dan risiko yang sebanding, terutama dalam jangka pendek. Beliau juga memberikan contoh konkret bagaimana masyarakat dapat memiliki sebagian kecil kepemilikan di perusahaan besar seperti Alfamidi, Telkom, dan Indihome melalui investasi saham.

Sebagai penutup, Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba membawakan pencerahan bertajuk "Manifestasi Tri Kaya Parisudha yang Berakar pada Jati Diri." Beliau menekankan bahwa implementasi Tri Kaya Parisudha — pikiran, perkataan, dan perbuatan yang suci — harus berawal dari kesadaran diri yang mendalam. Dalam pesannya, beliau mengingatkan pentingnya menghargai sesama dan menyayangkan ketidakselarasan antara retorika etika dengan praktik nyata. Menurut beliau, kedamaian dengan sesama merupakan fondasi utama dalam membangun etika kehidupan bermasyarakat.

Seminar nasional bertema "±1/2 Abad Transmigrasi Bali di Sulawesi Tengah" dalam rangka Hari Raya Nyepi 2025 sukses mengupas berbagai dimensi penting terkait perjalanan dan kontribusi masyarakat Bali di tanah Sulawesi Tengah. Mulai dari perspektif historis, dinamika sosial-budaya, hingga proyeksi masa depan, para narasumber memberikan wawasan mendalam yang memperkaya pemahaman peserta. Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., membuka diskusi dengan menyoroti etos kerja para transmigran Bali sebagai agen transformasi yang membawa perubahan positif di wilayah tujuan.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Wayan Sudarsana, S.Si., M.Si., memberikan pandangan strategis mengenai tata kelola perguruan tinggi yang unggul, dengan mengambil studi kasus transformasi STAH Dharma Sentana. Beliau menekankan pentingnya adaptasi dan pembenahan struktural sebagai kunci untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih tinggi. Di sesi berikutnya, Dewi Nur Qamariah dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan edukasi berharga tentang potensi pasar modal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang investasi bagi berbagai kalangan.

Rangkaian pemaparan para narasumber ditutup dengan refleksi spiritual mendalam dari Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba. Beliau mengingatkan kembali esensi Tri Kaya Parisudha sebagai landasan etika yang berakar pada kedamaian dengan diri sendiri dan sesama. Pesan ini menjadi penutup yang relevan, menghubungkan nilai-nilai luhur Hari Raya Nyepi dengan perjalanan panjang transmigrasi serta dinamika kehidupan bermasyarakat secara lebih luas.

Secara keseluruhan, seminar nasional ini tidak hanya menjadi wadah untuk merefleksikan sejarah panjang transmigrasi Bali di Sulawesi Tengah, tetapi juga menjadi platform untuk bertukar pikiran dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Integrasi perspektif sejarah, pendidikan, ekonomi, dan spiritual dalam seminar ini memberikan pemahaman yang holistik tentang kontribusi masyarakat Bali serta relevansi nilai-nilai budaya dalam mendukung pembangunan dan harmoni sosial di Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Pimpinan
Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si

- Ketua Perguruan Tinggi -

OM Swastyastu, Selamat datang di official website STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah sebagai Perguruan...

Berlangganan
Banner
Trending