You need to enable javaScript to run this app.

Darsana TV: Kaprodi Pariwisata Berupaya Meningkatkan Minat Mahasiswa di Sulawesi Tengah

Darsana TV: Kaprodi Pariwisata Berupaya Meningkatkan Minat Mahasiswa di Sulawesi Tengah

DARSANA TV, Rabu 26 Juni 2024. Kaprodi Pariwisata Dr. I Nyoman Slamet, S.Pd., M.Si, diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat Sulawesi Tengah untuk menempuh pendidikan di daerah mereka sendiri. Saat ini, program ini telah mencetak lebih dari 40 sarjana, dengan lebih dari 40 mahasiswa tertarik untuk melanjutkan pendidikan pariwisata di Sulawesi Tengah, mengundang generasi muda untuk turut serta dalam perkembangan pendidikan di daerah ini.

Namun, masih terdapat beberapa kendala khusus yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya adalah kurangnya promosi yang memadai untuk menarik perhatian publik.

Program studi pariwisata yang dijalankan di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana, dengan melibatkan lintas agama dan lembaga, memiliki tujuan utama untuk mengembangkan potensi pariwisata di Sulawesi Tengah. Solusi ini telah diterima dengan baik di kalangan masyarakat setempat. Dengan demikian, STAH Dharma Sentana berperan sebagai agen integrasi sosial dan pengembangan ekonomi melalui pendidikan pariwisata yang inklusif dan berbasis komunitas.

Duta wisata muda, Dwi Andika, S.Par, atau yang dikenal sebagai "Donat Duta Wisata," berharap agar generasi muda dapat menggali potensi wisata di Sulawesi Tengah, yang bisa menjadi kebanggaan bagi daerah tersebut.

Indra, duta wisata tahunan tingkat provinsi, juga berperan dalam mendorong kemajuan pariwisata, khususnya dalam hal promosi, yang menjadi kunci untuk mengekspos potensi pariwisata di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.

"Duta Wisata" Kak Dona juga mengajak semua teman-teman untuk memanfaatkan media sosial dengan prinsip 7 Sapta Pesona dan 3A untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata di Sulawesi Tengah.

Kak Indra bercita-cita untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif di sektor pariwisata Sulawesi Tengah, dengan mengutamakan unsur Sapta Pesona, yang melibatkan memori yang tak terlupakan dari setiap destinasi wisata untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Kehadiran duta wisata sangat mempengaruhi promosi pariwisata Sulawesi Tengah, menginspirasi anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam memajukan industri pariwisata melalui ajang duta wisata.

Konsep pengembangan pariwisata di Sulawesi Tengah melibatkan kolaborasi lima pilar utama: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan potensi pariwisata dengan berbagai pendekatan kreatif, memajukan industri wirausaha di daerah tersebut.

Sejak tahun 2011, tiga destinasi unggulan di Sulawesi Tengah seperti Togean dan Bone Bolango telah bekerja secara terintegrasi untuk mengembangkan industri pariwisata, dengan dukungan dari pihak-pihak terkait seperti duta wisata, akademisi, masyarakat, dan pemerintah.

Komisi 4 juga berperan penting dalam mengatur kebijakan peraturan daerah dan mengangkat ikon budaya lokal untuk mempromosikan seni dan keindahan alam melalui duta wisata, yang diharapkan dapat mengangkat Sulawesi Tengah ke tingkat yang lebih maju. Hal ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan potensi Sulawesi Tengah sebagai destinasi emas di masa depan, yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media dalam program studi pariwisata dengan duta wisata telah berhasil memperkuat potensi wisata Sulawesi Tengah, dengan mengemasnya secara profesional. Upaya ini juga mempromosikan keberhasilan peluncuran destinasi wisata seperti Towale, yang diharapkan dapat menarik minat dan mendukung perkembangan ekonomi lokal melalui potensi desa wisata di seluruh daerah.

Komisi 4 Bidang Kepariwisataan: Kebijakan, Politik, dan Regulasi

Komisi 4 memiliki peran yang penting dalam pengaturan kepariwisataan di Sulawesi Tengah, dengan fokus pada kebijakan, politik, dan regulasi yang mendukung pengembangan sektor pariwisata. Berikut adalah tiga fungsi utama Komisi 4:

1. Pembuatan Aturan Daerah (Perda): Komisi 4 bertanggung jawab untuk merumuskan dan menetapkan peraturan daerah yang menjadi landasan hukum dalam pengembangan pariwisata. Perda ini penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan pariwisata berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal anggaran dan pengawasan.

2. Bidang Anggaran dan Pengawasan: Komisi 4 juga berperan dalam mengalokasikan anggaran yang diperlukan untuk mendukung kemajuan pariwisata di Sulawesi Tengah. Selain itu, mereka melakukan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran tersebut agar efektif dan transparan.

3. Kolaborasi dan Dukungan: Komisi 4 memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, duta wisata, dan masyarakat dalam upaya mengembangkan potensi wisata yang ada di Sulawesi Tengah. Dukungan ini mencakup berbagai aspek seperti pemeliharaan lingkungan, pengembangan kerajinan lokal, promosi produk wisata, dan penyediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan pariwisata.

Kolaborasi yang terkoordinasi dengan baik antara semua pihak terkait diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wisata Sulawesi Tengah secara menyeluruh, meningkatkan daya tarik destinasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Pimpinan
Dr. I Ketut Suparta, S.T., M.Si

- Ketua Perguruan Tinggi -

OM Swastyastu, Selamat datang di official website STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah sebagai Perguruan...

Berlangganan
Banner